Tiga Pemuda Cekoki Miras Serta Memperkosa Seorang Siswi SMA Di Bekasi

Tiga Pemuda Cekoki Miras Serta Memperkosa Seorang Siswi SMA Di Bekasi – Tiga pemuda nekat memerkosa seseorang siswi SMA di suatu gedung sisa PT Tongyang di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Korban berinisial TA, 16 th., waktu ini alami trauma yang mendalam serta malas bersekolah kembali.

” Dua aktor sukses kita amankan, satu aktor masihlah jadi buronan kepolisian, ” papar Kapolsek Tambun Kompol Rahmat Sudjatmiko di Bekasi, Minggu (4/2) .

Ke dua aktor yang ditangkap yaitu MAS, 16 th., serta FH, 25 th.. Sedang aktor berinisial KEL masihlah diburu petugas.

Kapolsek memaparkan, momen itu dirasakan oleh korban pada Jumat 12 Januari 2018 lantas lebih kurang waktu 14. 30 WIB di gedung kosong. Selagi itu, korban yang lagi tengah asik bermain di suatu warnet di lokasi Kelurahan Jatimulya dijemput oleh MAS serta KEL buat bermain di Danau Ciebeurem.

Korban yang terdaftar jadi warga Kelurahan Jatimulya itu turut dengan ke dua aktor tanpa ada menyimpan syak wasangka samasekali. Di danau yang ada di Desa Lambangsari Kecamatan Tambun Selatan itu, FH telah buat persiapan minuman keras (miras) . ” Miras itu berniat di siapkan, ” kata Kapolsek.

Tiba di area, dengan merayu korban, ketiganya mencekoki korban dengan miras oplosan ginseng dengan paksa sampai korban mabuk berat. Korban yang telah tdk sadarkan diri itu, segera dibawa ketiganya ke suatu gedung kosong. ” Sesampainya di area korban kelenger, ” tukasnya.

Sesudah MAS bahagia melampiaskan hasratnya, selanjutnya ke dua aktor beda turut memerkosa korban berapakali. Tapi, aksinya mereka berhenti sesudah warga memergokinya serta segera menggiringnya ke kantor polisi.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi, Kompol Sukrisno mengimbuhkan, selagi dipergoki warga itu, tersangka KEL sukses melepaskan diri. Sesaat korban diantar ke tempat tinggal orang tuanya. ” Dua aktor kita amankan, satu aktor masihlah kita buru, ” imbuhnya.

Waktu ini, kata dia, tersangka MAS tdk dijalankan penahanan serta dititipkan ke panti rehabilitasi dikarenakan masihlah dibawah usia. Mengenai tanda untuk bukti yang diamankan yakni satu sweater tangan panjang warna coklat, satu seragam SMA putih serta abu Abu. Selanjutnya, celana pendek, celana dalam merah muda serta BH abu-abu punya korban. Pada petugas tersangka FH mengakui tertarik dengan korban yang baru dikenalnya 1bulan saat lalu.

FH digunakan Pasal 81, 82 UURI No 17 Th. 2016 terkait Pergantian atas UU NO 23/2002 terkait Perlindungan Anak dengan ancaman Hukuman sedikitnya 5 th. serta optimal 15 th. penjara.