Arsene Wenger Raja Piala FA

Arsene Wenger Raja Piala FA – Arsene Wenger berpeluang jadi raja Piala FA bila dapat merebut trofi pertandingan domestik tertua di Inggris musim ini. Manajer asal Perancis itu telah mengemas enam gelar Piala FA menyamakan rekor George Ramsay di Aston Villa.

Wenger akan menahbiskan diri sebagai raja Piala FA bila berhasil menggondol gelar ketujuhnya misal dapat menaklukkan Chelsea di partai puncak yang di gelar di Wembley, Sabtu (27/5) saat setempat.

Juru taktik 67 th. itu sudah mengemas enam trofi Piala FA berbarengan Arsenal. Ini jadi gelar paling banyak Wenger berbarengan The Gunners mengingat ia cuma dapat menghadirkan tiga juara Liga Utama.

Gelar Piala FA kali paling akhir singgah ke London Utara pada musim 2014/2015. Wenger berhasil menghadirkan gelar ke-12 Arsenal di Piala FA sesudah menaklukkan Aston Villa dengan score 4-0.

Musim lantas, Manchester United keluar sebagai juara sesudah mengalahkan Crystal Palace 2-1. Saat itu MU diakukan manajer asal Belanda Louis van Gaal.

Dalam soal trofi Piala FA, Wenger unggul satu trofi semakin banyak dari koleksi gelar manajer legendaris Manchester United, Alex Ferguson. Tetapi, Ferguson terang unggul dalam koleksi gelar Liga Utama.

Prestasi Ferguson di Liga Utama peluang tidak bakal dapat disamai Wenger. Pasalnya, pria asal Skotlandia itu sudah mengantar MU juara Liga Utama sejumlah 13 kali.

Jumlah gelar Liga Utama yang ditorehkan Ferguson terang susah dikejar Wenger. Pasalnya, hari esok Wenger di Emirates saat ini ada di ujung tanduk sesudah tidak berhasil membawa Arsenal lolos empat besar musim ini.

Meski sekian, gelar Piala FA dapat jadi satu diantara dalih Wenger untuk bertahan di Emirates musim depan. Sebab, Gooners -pendukung Arsenal- telah tidak lagi yakin Wenger dapat mendongkrak prestasi tim yang paling disayangi mereka musim depan.

Gelar Piala FA pasti bukanlah trofi yang gampang dimenangkan Arsenal, mengingat lawan yang bakal mereka hadapi yaitu Chelsea. Tim yang berhasil menggenggam Liga Utama Inggris musim ini sesudah tampak impresif di selama musim karena tangan dingin manajer Antonio Conte.