41 anggota Geng Motor Brigez Diamankan Polres Sukabumi

41 anggota Geng Motor Brigez Diamankan Polres Sukabumi – Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat menangkap beberapa puluh anggota berandalan bermotor Brigez yg tengah laksanakan perbuatan kejahatan jalanan serta merekrut anggota baru. Keseluruhan ada 41 anggota geng motor yg diamankan.

” Ada 41 anggota berandalan bermotor yg kami tangkap pada Minggu, seputar waktu 02. 30 WIB di ruangan penampungan pedagang Pasar Pelita pasnya di Jalan/Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, ” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro, di Sukabumi seperti diberitakan Pada, Minggu (24/12) .

Kabar yg disatukan, penangkapan beberapa puluh anggota berandalan bermotor yg acapkali bikin onar serta kekerasan itu berasal dari kabar Tim Lidik serta Sidik Operasi Lilin Lodaya 2017 yg terima laporan terdapatnya gerombolan pemotor yg tengah mengerjakan aktivitas di Jalan Tipar serta risau laksanakan perbuatan anarkis.

Beberapa puluh petugas Polres Sukabumi Kota dibantu anggota polsek setempat segera laksanakan pengepungan serta sukses menangkap anggota berandalan bermotor sebagian besar masihlah remaja.

Hasil pengecekan diketemukan 15 pucuk senjata tajam dari bermacam model, seperti gobang, golok, samurai, pisau sampai cutter. Berandalan bermotor ini lantas segera digiring ke Mapolres Sukabumi Kota utk dimintai info tentang aktivitasnya itu.

” Dari beberapa puluh anggota berandalan bermotor itu, 10 orang salah satunya kami pastikan menjadi tersangka lantaran bisa dibuktikan miliki atau membawa senjata tajam dengan cara ilegal serta dijerat dengan pasal 2 ayat 1 Undang Undang Darurat No 12 Th. 1951 dengan ancaman 10 th. penjara, ” pungkasnya kembali.

Tidak hanya menangkap beberapa puluh anggota berandalan bermotor serta mengambil belasan pucuk senjata tajam, pihaknya juga mengamankan 15 unit kendaraan roda dua.

Langkah tegas Polres Sukabumi Kota ini bukan hanya dalam rencana pengamanan pada Operasi Lilin Lodaya 2017, akan tetapi utk memelihara keamanan serta kondusivitas lokasi hukumnya biar warga berasa nyaman serta aman dalam laksanakan bermacam aktivitasnya.

Menurut catatan kepolisian, berandalan bermotor ini acapkali laksanakan perbuatan penyerangan, anarkis, penganiayaan serta kriminalitas di jalan raya yang lain.

Bahkan juga, setahun lebih selanjutnya berandalan bermotor ini udah dibubarkan Muspida Kota Sukabumi serta deklarasi antigeng motor.