10 Ekor Jalak Bali Di Lepasliarkan Oleh KLHK Di TNBB

10 Ekor Jalak Bali Di Lepasliarkan Oleh KLHK Di TNBB – Sepuluh ekor burung jalak Bali dilepasliarkan pada Sabtu (14/7/2018) di daerah Labuan Lalang, lokasi Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Semula, satwa langka itu sudah melakukan proses habituasi di kandang pra-pelepasliaran.

Kepala Balai TNBB Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan (KLHK) Agus Ngurah menuturkan, sepanjang kurun waktu lima th. paling akhir, populasi burung jalak Bali di alam selalu bertambah.

” Pada 2013, terdaftar 32 ekor saja, tetapi bersamaan dengan usaha perlindungan yang dikerjakan, populasinya makin bertambah tiap-tiap th., sampai 2018 teramati sekitar 141 ekor hidup bebas didalam lokasi TNBB. Satwa ini menyebar pada enam titik di TNBB, yakni Cekik, Tegal Bunder, Lampu Merah, Teluk Brumbun, Labuan Lalang, serta Tanjung Gelap, ” jelas Agus dalam info tercatat, Senin (16/7/2018).

Tidak hanya di alam, sekarang ini ada 336 ekor jalak Bali di kandang pembiakan Unit Pengelolaan Spesial Pembinaan Jalak Bali (UPKPJB), untuk meningkatkan stock pelepasliaran.

” Semenjak pertama-tama dilepasliarkan di site Labuan Lalang pada 2015, telah terpantau sekitar 65 ekor, ” lanjutnya.

Dikatakannya, petugas Balai TNBB dibantu orang-orang akan lakukan monitoring intens manfaat pastikan burung jalak Bali bisa bertahan hidup serta berkembang biak dengan baik. Diluar itu, kandang habituasi akan di isi kembali dengan burung yang diketahui orang-orang dengan nama curik Bali ini menjadi pengikat.

Tidak ketinggal, Agus mengimbau semua pihak untuk bekerja bersama memulihkan populasi burung jalak Bali karena burung yang dilepasliarkan kesempatan ini datang dari anakan yang menetas di habitat alaminya.

Pelepasan 10 ekor burung jalak Bali ini dikerjakan oleh Koordinator Staf Spesial Presiden RI Teten Masduki bersama dengan Direktur Jenderal Perlindungan Sumber Daya Alam serta Ekosistem KLHK Wiratno.